ASAL-USUL TRADISI MAKAN
SIRIH PINANG
Asal-usulnya tradisi makan sirih pinang ini tidak diketahui secara pasti. Namun, dari cerita-cerita sastra, dikatakan bahwa tradisi ini berasal dari India. Tetapi selain dari India, tradisi makan sirih pinang juga telah dikenal oleh masyarakat Asia Tenggara.
Ada juga catatan para musafir Tiongkok yang mengungkapkan bahwa sirih dan pinang sudah dikonsumsi sejak dua abad sebelum Masehi. Tradisi makan sirih pinang ini terkenal di Asia dan terutama di Negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja dan Malaysia.
Tradisi ini melekat dengan masyarakat Malayu sehingga berita terkenal di seluruh pelosok Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua, Sumba dan Timor.
Ada cerita lucu tentang makan sirih-pinang ini. Seorang misionaris baru tiba di Timor. Minggu pertama ia jalan-jalan ke pasar untuk melihat-lihat.
Di sana ia menemukan bahwa banyak orang Timor yang kena kanker mulut, karena ia melihat bahwa mulut mereka bengkak dan keluar darah.
Lalu ia bertanya kepada pelayannya, apa yang terjadi dengan orang-orang ini, mengapa mereka tidak berobat ke dokter?
Sang pelayan menjawab, itu bukan penyakit pater. Orang-orang itu makan sirih dan tembako.
Tembakonya disisipkan di bibir atas sehingga kelihatan seperti bengkak dan air yang keluar adalah air sirih pinang. Sang misionaris berusaha untuk mengerti sambil mengangguk-angguk.
Itulah pemandangan yang akan kita jumpai ketika berkunjung ke kampung-kampung di Timor. Ketika kita berkunjung ke rumah-rumah, pertama-tama kita akan disuguhi sirih pinang sebagai tanda penyambutan tamu.
Hampir setiap rumah di Timor pasti memiliki tempat sirih atau dalam bahasa dawan disebut “kabi”, suku Dawan TTS menyebutnya “oko mama”.
Sebagian wilayah di Timor menambahkan tembako sebagai pelengkapnya. Jadilah pasangan: sirih–pinang – kapur – Tembako, tapi yang berlaku umum adalah sirih-pinang-kapur.
Tradisi makan sirih pinang ini memiliki banyak fungsi, antara lain :
- Fungsi Kesehatan
Ada keyakinan bahwa makan sirih pinang dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka di mulut, menghilangkan bau mulut, menghentikan pendarahan gusi, serta sebagai obat kumur.
Selain itu komposisi pinang, sirih, dan kapur mampu menggantikan pasta gigi dan mampu menjaga gigi tetap sehat dan kuat, walaupun pada akhirnya kombinasi sirih, pinang dan kapur itu akan meninggalkan kerak merah di gigi.
- Fungsi Sosial
Sirih Pinang memiliki fungsi social religious yaitu sebagai tata pergaulan dan tata nilai kemasyarakatan. Bahan sirih pinang dijadikan hidangan penghormatan untuk tamu.
Dengan memakan salah satu dari pinang, sirih dan kapur itu, maka tamu sudah di terima dan dianngap menjadi bagian dari keluarga mereka. Selain itu sebagai alat pengikat dalam pertunangan sebelum menikah.
Sirih pinang juga digunakan sebgai sesaji yang dalam upacara adat istiadat dan upacara kepercayaan atau religi.
- Makna Filosofis
Sirih menyimbolkan sifat rendah hati dan memuliakan orang lain, sebab pohon sirih memerlukan sandaran untuk hidup tanpa merusak.
Pinang melambangkan keturunan yang baik, karena dilihat dari pohonnya yang menjulang ke atas, serta ada harapan mendapatkan keturunan yang baik dan sukses.
Kapur melambangkan keturunan yang baik.
Tembakau melambangkan hati yang tabah dan rela berkorban demi orang lain.
Yang menarik dari makan sirih orang Timor adalah adanya perbedaan antara tempat menyimpan sirih pinang bagi pria dan perempuan.
Tempat menyimpan sirih pinang untuk perempuan disebut “kabi”, sedangkan tempat meyimpan sirih pinang untuk pria adalah “aluk” dan tio (seperti saku). Tetapi yang biasa digunakan untuk menerima tamu adalah tempat sirih atau kabi.
Tradisi makan sirih pinang ternyata bukan hanya orang Timor atau orang Indonesia, tetapi hampir menjangkau seluruh Asia, terutama Asia Tenggara.
Yang berbeda adalah nama sirih, pinang, kapur dan tembako, serta peralatannya, sedangkan tradisi dan fungsinya umumnya sama.
Penulis : Thomas E. Kabu, S.Pd
Ketua TBM Cendikiawan Soe🆗
Salam Literasi👆👆



2 Komentar
Mantap pak
BalasHapusTerima kasih ibu🙏🙏
HapusSalam Literasi👆👆